Kapolsek Bekasi Timur Diminta Mundur

Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur
Bekasi, JPN
Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya (Debt Collector) melakukan tindak pidana kekerasan pemukulan dalam melakukan eksekusi atau penyitaan terhadap sepeda motor, di rumah pribadinya.
“Rumah tempat Sarmaedi ini, sudah sering diserbu belasan nasabah dan keluarganya karena kesal terhadap praktik perampasan sepeda motor oleh petugas juru tagih (debt collector) yang berbuntut penganiayaan, tetapi masih terus beroperasi, “ujar RD, Tokoh Masyarakat Rawa Lumbu kepada JPN.
Katanya, anggota Polsek sering kali terlihat keluar masuk dari rumah Sarmaedi. Ngapain coba polisi mondar mandir ketemu Sarmaedi?. Polisi iya pasti minta uang jatprem (jatah preman-red) dari Sarmaedi, tegasnya.
Sarmaedi, bos Debt Collector saat dihubungi JPN melalui telepon seluler di no 081388940505, 02195261435 mengatakan, rumah ini sudah lama dijadikan tempat penyitaan terhadap sepeda motor, sampai hari ini tidak pernah ada masalah. Wajah wajar sajalah saya membagi-bagi keuntungan dengan polisi demi untuk kenyamanan debt collector di jalan raya.
Tugas debt collector sudah identik dengan kekerasan, kalau tidak memakai kekerasan, omong kosong warga penunggak kredit motor mau menyerahkan motor. Jangan salahkan debt collector saja, mereka disini cari makan, ujar Sarmaedi. Sementara Kapolsek Bekasi Timur Kompol Suyut belum berhasil diminta keterangannya.
Salah seorang korban perampasan, Jhon (30) mengungkapkan, pada saat mengendarai motor di Jl Raya depan Kompas, Tambun, tiba-tiba motornya dipepet dan dihentikan oleh dua orang pengendara motor yang mengaku sebagai petugas debt collector.
Saat itu korban langsung diminta turun dari motornya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung merampas secara paksa. Akibat tidak rela motornya diambil, korban melakukan perlawanan. Namun, korban justru dihadiahi bogem mentah beberapa kali.
Bahkan sempat terjadi perkelahian antara Jhon melawan dua orang debt collector , hingga jhon mengalami luka lebam karena dipukuli. “Tanpa bertanya, mereka ramai-ramai mengambil kunci motor dan membawa motor dan dan saya dipaksa untuk ikut ke rumah bosnya.
Sesampai di rumah debt collector, kepala saya masih dipukul karena ngotot tidak mau melepaskan motor begitu saja. Motor kreditan milik orangtua saya itu, memang mengalami masalah cicilan dan akan dilunasi,” terang Deni kepada wartawan JPN.
POLDA METRO: DEBT COLLECTOR TAK BOLEH MENYITA BARANG NASABAH
Polda Metro Jaya menegaskan jika debt collector tidak dapat melakukan penyitaan terhadap barang nasabah. Penyitaan hanya dilakukan aparat penegak hukum. “Tidak boleh dia maen sita-sita barang, apalagi merampas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar di Mapolda Metro, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin kemarin.

Baharudin mengatakan, penyitaan yang dilakukan debt collector adalah ilegal. “Itu ilegal, penyitaan bukan kerja debt collector. Debt collector itu kerjanya cuma bujuk orang biar cepat bayar,” jelasnya. Menurut Baharuddin, urusan utang-piutang diselesaikan secara perdata. Yang berhak mengeksekusi penyitaan dalam kasus perdata adalah jaksa.

“Yang nyita itu kerjanya jaksa, bukan kerja debt collector,” katanya. Jika sudah ada tindak pidana dalam penyitaan barang terhadap nasabah, maka debt collector itu bisa dijerat dengan pidana. Bisa dijerat pasal 368, pasal 365 KUHP ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335.

Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri. Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata. (BS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s